Tampilkan postingan dengan label Jakarta Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Utara. Tampilkan semua postingan

19/10/11

Jelang SEA Games, Jakut Bersihkan PKL

 Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara berjanji akan segera membersihkan venue SEA Games dari pedagang kaki lima (PKL). Pada 11 hingga 22 November mendatang, Jakarta Utara akan menjadi tuan rumah untuk enam cabang olah raga SEA Games.

Saat ini, menurut Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, jajarannya telah memberi tahu para pedagang kaki lima untuk secara sukarela menutup dagagannya selama SEA Games. "Mereka mengerti, mereka bersedia, kok," ujarnya, Rabu, 19 Oktober 2011.

Selain itu, pengaturan lalu lintas di beberapa ruas jalan di sekitar venue yang dianggap macet juga sedang dibahas. "Pengaturan seperti di sekitar Gelanggang Olah Raga Tanjung Priok itu masih dibahas Dinas Perhubungan dan kepolisian."

Kepala Satpol PP Jakarta Utara Suhasril menyatakan dari keenam venue SEA Games di Jakarta Utara, arena untuk cabang olah raga Vovinam di Gelanggang Remaja Tanjung Priok paling rawan pedagang kaki lima. "Ada sekitar 20 pedagang kaki lima di sana, tapi area gedung sudah dipagari, jadi mulai minggu depan sudah tak ada lagi yang masuk."

Venue lain yang juga kerap ditempati pedagang kaki lima adalah venue judo di Gedung Judo Kelapa Gading. Beberapa pedagang nasi hingga tukang tambal ban sehari-hari membuka lapak di sana. Sedangkan venue lain seperti venue bola basket di Sport Mall Arena Kelapa Gading dan BMX, layar serta bowling di Ancol cukup bersih dari pedagang kaki lima.

09/10/11

PLT Kasie HTPT BPN Jakut : Kapabel, Akuntabel, Loyalitas, dan Dedikasi

 JAKARTA - “pantang menyerah sebelum seluruh pekerjaan di atas meja selesai di kerjaka”,  begitulah motto yang selalu di pegang teguh YB Dwi Kristianto, Kasubsi PHI sekaligus PLT Kasie Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT), Kantor Pertanahan Jakarta Utara. Tidak heran beliau bersama Kepala Kantor kerap pulang hingga larut malam, hal ini dilakukannya semata-mata hanya demi kepuasan para pemohon serta terlaksananya penerapan   Perkaban Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan (SP3).

Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2011 dan rencana aksi perbaikan layanan pertanahan di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Untuk itu BPN Jakarta Utara, dalam hal ini di Seksi HTPT selalu meningkatkan pelayanannya, bahkan saat ini pelayanan Hak Tanggungan dan Balik Nama dipantau langsung oleh Kanwil, BPN Pusat maupun Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Bukan hanya itu, untuk Permohonan dan Peningkatan Hak pun sudah masuk dalam pantauan UKP4,  tambahnya.

Dampak dari adanya UKP4, saat ini masyarakat sudah dapat merasakan adanya percepatan dalam mengurus berkasnya bahkan mereka sudah dapat ‘mengitung hari’, karna di seksi HTPT ini seluruh berkas permohonan diusahakan akan sesuai dengan  Perkaban Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan (SP3), ungkap Kris.

Semua itu dapat terujud bila adanya iklim kerja yang kondusif, dimana adanya saling kerja sama atara atasan maupun bawahan dan memecahkan setiap permasalahan yang ada dengan cara musyawarah antara staf dan bawahan, ujar PLT Kasie HTPT yang selalu memonitoring anak buahnya bila sudah tidak ada lagi pekerjaan di mejanya.

Menjadi PLT Kasie HTPT merupakan tugas yang mesti di emban lelaki yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, bahkan beliau rela menyempatkan diri untuk kembali ke kantornya untuk menyelesaikan tugas  meski ada kegiatan lain, baik itu rapat di Kanwil maupun di BPN Pusat. Bahkan dirinya tidak pernah bosan memberi motifasi kepada bawahannya untuk selalu bekerja baik dan mencintai pekerjaannya, tandas YB Dwi Kristianto.(JAY)

04/10/11

Walikota Jakut Ajak Warganya Bersihkan Saluran

JAKARTA, PBN - Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono meminta kepada seluruh unit terkait untuk siap siaga menghadapi musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada Oktober ini. Mengingat Jakarta Utara dilintasi 13 sungai, sehingga rentan terjadinya banjir terutama jika saluran air tidak dibersihkan. Walikota juga mengajak warga untuk bersama-sama membersihkan saluran.


"Kebersihan lingkungan menjadi syarat mutlak terutama untuk membersihkan saluran mikor dan makro. Sebab berdasarkan prakiraan sebentar lagi kita akan menghadapi musim penghujan. Saya harap para camat dan lurah siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir," kata Walikota saat menggelar rapat pimpinan (Rapim) bersama seluruh unit, bagian, camat, dan lurah di Kantor Walikota, Senin (3/10/2011).

Dalam kesempatan tersebut Walikota juga meminta kepada seluruh peserta Rapim untuk terus menggerakkan penghijauan di lingkungan masing-masing. "Menjaga kebersihan lingkungan maupun membuat hijau dimana kita bertempat tinggal, artinya kita terus menggerakkan penghijauan di lingkungan masing-masing," tegas Walikota. 

Selain kebersihan lingkungan dan penghijauan, Walikota juga meminta aparat cepat tanggap. Misalnya jika sejumlah ruas jalan macet akibat kerusakan jalan segera laporkan kepada unit terkait untuk diusulkan diperbaiki. "Monitor setiap perkembangan di tengah masyarakat. Laporkan jika jalan rusak yang menjadi penyebab kemacetan," kata Walikota.

Polisi Amankan 9 Anak Korban Trafficking

JAKARTA, PBN - Jajaran Polres Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia (trafficking) di Terminal Pelabuhan Tanjungpriok. Petugas berhasil mengamankan sembilan anak yang masih di bawah umur yang diduga akan dipekerjakan di sebuah perusahaan konveksi dan pengolahan sarang burung walet di kawasan Jembatanlima, Tambora, Jakarta Barat. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjungpriok, AKP Jerry Siagian mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal ketika petugas mencurigai rombongan yang turun dari KM Mabuhay Nusantara di Pelabuhan Tanjungpriok. Rombongan itu terdiri dari 43 orang dan sembilan orang di antaranya langsung diamankan karena masih di bawah umur. Mereka merupakan perempuan, tidak memiliki KTP dan hanya berbekal surat keterangan berpergian dari kepala desa. "Mereka semua perempuan dan berusia antara 10-16 tahun," ujar Jerry, Kamis (29/9).

Dikatakan Jerry, kesembilan korban yang langsung diamankan yakni, LL, DW, YN, TT, MNT, MRT, WT, GST dan WDI. "Setelah didata mereka akan kami kembalikan pada orangtuanya masing-masing," kata Jerry.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, dikatakan Jerry, pihaknya juga membekuk dua orang yang diduga sebagai otak dari kasus trafficking ini. Mereka adalah, Tan Tjie Thin (40) dan Sie Sin Phin (44) yang bertugas sebagai penerima tenaga kerja. Sedangkan dua orang yang bertugas merekrut tenaga kerja yakni, KC dan KSM masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Berdasarkan keterangan kesembilan anak perempuan itu, mereka dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan konveksi dan pengolahan sarang burung walet di kawasan Jembatanlima dengan gaji sebesar Rp600 ribu per bulan. "Mereka bekerja mulai pukul 07.00 sampai 19.00 dari Senin hingga Sabtu, dan mereka dilarang ke luar mess," ucapnya.

Sementara itu, tersangka Sie Sin Phin mengaku, tidak mengetahui jika kesembilan anak di bawah umur itu tidak memiliki identitas. Namun, dirinya mengaku memperkerjakan mereka dengan persetujuan orangtuanya masing-masing. "Kami satu kampung, dan kenal juga sama orangtua mereka," ucapnya.

Kedua tersangka terancam pasal 17 Undang-undang No 21 tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia, serta pasal 88 Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls